Adapun bentuk-bentuk Birrul Walidain di antaranya:
a. Taat dan
patuh terhadap perintah kedua orang tua, taat dan patuh orang tua dalam
nasihat, dan perintahnya selama tidak menyuruh berbuat maksiat atau berbuat
musyrik, bila kita disuruhnya berbuat maksiat atau kemusyrikan, tolak dengan
cara yang halus dan kita tetap menjalin hubungan dengan baik.
b. Senantiasa berbuat
baik terhadap kedua orang tua, bersikap hormat, sopan santun, baik dalam
tingkah laku maupun bertutur kata, memuliakan keduanya, terlebih di usia senja.
c. Mengikuti
keinginan dan saran orang tua dalam berbagai aspek kehidupan, baik masalah
pendidikan, pekerjaan, jodoh, maupun masalah lainnya. Selama keinginan dan
saran-saran itu sesuai dengan ajaran Islam.
d. Membantu Ibu Bapak
secara fisik dan materil. Misalnya, sebelum berkeluarga dan mampu berdiri
sendiri anak-anak membantu orang tua terutama ibu. Dan mengerjakan pekerjaan
rumah.
e. Mendoakan Ibu
Bapak semoga diberi oleh Allah kemampuan, rahmat dan kesejahteraan hidup di
dunia dan akhirta.
f. Menjaga
kehormatan dan nama baik mereka.
g. Menjaga, merawat
ketika mereka sakit, tua dan pikun.
h. Setelah orang tua
meninggal dunia, Birrul Walidain masih bisa diteruskan dengan cara antara lain:
- Mengurus
jenazahnya dengan sebaik-baiknya
- Melunasi
semua hutang-hutangnya
- Melaksanakan
wasiatnya
- Meneruskan
sillaturrahmi yang dibinanya sewaktu hidup
- Memuliakan
sahabat-sahabatnya
- Mendoakannya.
Seorang anak, meskipun telah berkeluarga, tetap wajib berbakti
kepada kedua orang tuanya. Kewajiban ini tidaklah gugur bila seseorang telah
berkeluarga. Namun sangat disayangkan, betapa banyak orang yang sudah
berkeluarga lalu mereka meninggalkan kewajiban ini. Mengingat pentingnya
masalah berbakti kepada kedua orang tua, maka masalah ini perlu dikaji secara
khusus.
Jalan yang haq
dalam menggapai ridha Allah ‘Azza wa Jalla melalui orang tua adalah birrul
walidain. Birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) merupakan salah
satu masalah penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan
manusia untuk bertauhid, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan untuk berbakti
kepada orang tuanya.
Seperti
tersurat dalam surat al-Israa’ ayat 23-24, Allah Ta’ala berfirman:
“Artinya : Dan
Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya
kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di
antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan
janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan
yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang
dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku pada waktu kecil.’” [Al-Israa' : 23-24]
Perintah
birrul walidain juga tercantum dalam surat an-Nisaa’ ayat 36:
“Artinya : Dan
beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu
apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak
yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, teman sejawat, ibnu
sabil [ref]Ibnu sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan maksiat yang
kehabisan bekal. Termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu-bapaknya.[/ref],
dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang
yang sombong dan membanggakan diri.” [An-Nisaa' : 36]
Dalam surat
al-‘Ankabuut ayat 8, tercantum larangan mematuhi orang tua yang kafir jika
mereka mengajak kepada kekafiran:
“Artinya : Dan
Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya.
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang
engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya.
Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang
telah kamu kerjakan.” [Al-‘Ankabuut (29): 8] Lihat juga surat Luqman ayat 14-15
Dalam sebuah ayat Alquran surat
Al isra ayat 23 Allah berfirman “Telah mewajibkan Tuhan-mu agar
kalian tidak menyembah selain Dia ( Alloh), dan supaya berbuat baik Kepada ibu
bapak ” dan dalam sebuah ayat lain “ Bersyukurlah engkau
kepada Ku dan kepada kedua orang tua mu ( Lukman : 14 ). Kalau
kita perhatikan pada ayat pertama perintah beribadah kepada Alloh dan perintah
Birrul walidain ( berbuat baik kepada kedua orang Tua ) diletakkan berdampingan
serangkai didalam suatu ayat. Pada ayat kedua surat lukman pun perintah
bersyukur kepada Alloh di dampingkan dengan perintah bersyukur kepada orang
tua, hal ini mengindikasikan bahwa seolah Alloh berkata” Bahwa kalian tidak
cukup beribadah , bertauhid dan beriman kepada ku tanpa kalian berbuat baik
pada orang tuamu, dan tidak cukup kalian bersyukur kepadaku tanpa bersyukur
kepada kedua orang tua.” Begitu agung nilai Birrul walidain hingga melebihi
dari amalan jihad fi sabilillah . Seorang sahabat bertanya kepada Rosululloh
saw ” Ya rosul amalan apa yang paling di cintai Alloh? nabipun menjawab ”
Sholat pada waktunya, sahabat bertanya kembali “Kemudian apalagi ya Rosul ?”.
Nabi menjawab “Birrul walidain ( berbuat baik kepada orang tua ) , sahabat
bertanya lagi “Apalagi ya Rosul ?” Nabi menjawab Jihad Fisabilillah”.
Kita telah tahu bahwa amalan
Jihad fi sabillah merupakan amalan wajib yang paling mulia yang
balasannya adalah surga dan orang berjihad fisabilillah di sebut
sebagai pahlawan dunia akherat dan mati sebagai suhada, namun Amalan
tersebut masih dibawah Amalan Birrul walidain , mengapa demikian ? sebelum
berjuang fisabililah wujud manusia yang pertama berasal dari ibu yang
melahirkan, dia tidak akan menjadi pejuang tanpa pemeliharaan orang tua , tanpa
asuhan ibu bapaknya sejak kecil hingga dewasa. Sembilan bulan kita didalam
kandungan dan melahirkan kita dengan mempertaruhkan nyawa antara hidup
dan mati. Ketika Alloh melepas`kita kedunia malalui kelahiran , ibu kita selalu
menemani , didekap dengan dekapan kasih sayang, ibu merawat kita sampai
menjadi anak yang mandiri. Dari menyusui, merawat, memandikan, memberi makan
dan lainnya. Yang boleh dibilang sangat sulit untuk dilakukan oleh seorang
ayah.
HAK-HAK
YANG WAJIB DILAKSANAKAN SEORANG ANAK KEPADA KEDUA ORANG TUA
1. Mentaati Mereka Selama Tidak
Mendurhakai Allah
Mentaati
kedua orang tua hukumnya wajib bagi seorang anak . Haram hukumnya mendurhakai
keduanya. Tidak diperbolehkan sedikit pun mendurhakai mereka berdua kecuali
apabila mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah atau
mendurhakai-Nya. Adapun jika bukan dalam perkara yang mendurhakai Allah,
wajib mentaati kedua orang tua selamanya dan ini termasuk perkara yang paling
diwajibkan. Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh mendurhakai apa saja
yang diperintahkan oleh kedua orang tua.
2.
Merendahkan Diri dan berbicara lemah lembut Di Hadapan Keduanya
Berbicara
dengan lemah lembut kepada nya,tidak boleh mengeraskan suara melebihi suara
kedua orang tua ,tidak boleh juga berjalan di depan mereka, masuk dan keluar
mendahului mereka, atau mendahului urusan mereka berdua. Rendahkanlah diri di
hadapan mereka berdua dengan cara mendahulukan segala urusan mereka.
menghindari ucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti hati kedua orang
tua, walaupun dengan bahasa isyarat . Termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua
adalah senantiasa membuat mereka senang dengan melakukan apa yang mereka
inginkan, selama hal itu tidak mendurhakai Allah Swt ,Oleh
karena itu, berbicaralah kepada mereka berdua dengan ucapan yang lemah lembut
dan baik serta dengan lafazh yang bagus.
3.Menyediakan
Makanan yang baik
Menyediakan makanan
yang baik kepada kedua orang tua, terutama jika orang tua kita memberi mereka
makan dari hasil jerih payah sendiri. Jadi, sepantasnya disediakan untuk mereka
makanan dan minuman terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua daripada
keluarga.
4.
Memberikan Harta Kepada Orang Tua Menurut Jumlah Yang mereka Inginkan
Seorang anak jangan
bersikap bakhil (Pelit) terhadap orang yang menyebabkan keberadaan dirinya,
memeliharanya ketika kecil dan lemah, serta telah berbuat baik kepadanya. Siang
jadi malam malam jadi siang orang tua kita membanting tulang merawat dari
kecil hingga dewasa.
5
Membuat Keduanya Ridha Dengan Berbuat Baik Kepada Orang-orang yang Dicintai
Mereka
Salah satu bakti
anak terhadap orang tua juga adalah mencintai dan berbuat baik kepada
para kerabat, teman teman orang tua dan menunaikan janji-janji (orang
tua) kepada mereka.
6.Tidak
Mencela Orang Tua atau Tidak Menyebabkan Mereka Dicela Orang Lain
Mencela orang tua
dan menyebabkan mereka dicela orang lain termasuk salah satu dosa besar.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela orang tuanya.” Para Sahabat
bertanya: “Ya, Rasulullah, apa ada orang yang mencela orang tuanya?” Beliau
menjawab: “Ada. Ia mencela ayah orang lain kemudian orang itu membalas mencela
orang tuanya. Ia mencela ibu orang lain lalu orang itu membalas mencela
ibunya.” (HR. Bukhari no. 5973 dan Muslim no. 90, dari Ibnu ‘Amr radhiyallahu
‘anhu)
Perbuatan ini
merupakan perbuatan dosa yang paling buruk.
Orang-orang sering
bergurau dan bercanda dengan melakukan perbuatan yang sangat tercela ini.
Biasanya perbuatan ini muncul dari orang-orang rendahan dan hina.
Untuk itu mari kita
mengharapkan berkah dari orang tua kita terutama ibu kita yang melahirkan kita
dengan memperlakukan mereka dengan baik agar kita memperoleh kebahagian
didunia dan akherat.
SEMOGA BERMANFA'AT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar